Keutamaan Zuhud di Dunia dan Menghadap Ke Akhirat

keutamaan zuhud di dunia 
foto : ngopibareng.id

Keutamaan Zuhud di Dunia dan Menghadap Ke Akhirat

Diantara keutamaan umat Rasulullah SAW adalah apa yang telah diberikan kabar gembira oleh Rasulullah SAW kepada orang-orang yang menghadapkan dirinya melakukan taat kepada Allah yang mengharapkan ridho-Nya dan mencari Surga-Nya serta berlomba-lomba untuk  mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya, yang senang terhadap akhirat dan berpaling dari dunia. Rasulullah memberikan kabar gembira kepada mereka berupa kekayaan dan terhimpunnya kekuatan, kecintaan manusia serta kesukaan mereka kepadanya, dimudahkan urusan mereka serta kecukupan Allah untuk mereka.

Disebutkan di dalam sebuah Hadis Qudsi : “Wahai anak adam, sempatkanlah beribadah kepada-Ku, niscaya akan aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan rezeki. Wahai anak adam janganlah kamu menjauh dari-Ku, sehingga aku akan memenuhi hatimu dengan kefakiran dan aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan.” ( HR. Hakim)

Rasulullah SAW bersabda: “Bebaskanlah dirimu dari kesusahan-kesusahan dunia sesuai dengan kemampuanmu. Sebab baarang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan memperluas kesia-siaanya dan menjadikan kefakiran di didepan kedua matanya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan mempermudah urusannya dan menjadikan kekayaan di dalam hatinya. Dan tidaklah seorang hamba yang menghadapkan hatinya kepada Allah ‘azza wa jalla melainkan mereka menjadikan hati orang-orang mukmin menghadap kepadanya penuh dengan cinta dan sayang kepadanya, sedangkan Allah ‘azza wa jalla sangatlah cepat memberikan segala kebaikan.” ( HR. Thabrani di dalam Al-Kabir dan Al-Ausath dan Al-Baihaqi di dalam Al-Zuhdi).

Perlu diketahui bahwa maksud hadis-hadis diatas tidaklah menganjurkan manusia meninggalkan bekerja dan berusaha mencari harta dunia dengan banyak alasan. Bahkan bekerja dan berusaha dalam mencari harta dalam pandangan islam merupakan ibadah, selama ia dapat menjaga keluarga dan harta bendanya serta bermanfaat bagi teman-temannya.

Maksud yang terkandung dalam hadis di atas menurut orang-orang yang memiliki penglihatan hati adalah mereka yang menghadapi dunia dengan suatu sikap yang memutuskan mereka dari akhirat dimana harta dunia itu benar-benar telah menguasai hatinya dan menjadikan segala-galanya bagi mereka, sehingga berat mendermakannya dan malalaikan mereka dari kewajiban-kewajiban agama yang seharusnya dilaksanakan.

Ini adalah makna sabda Rasulullah SAW dalam hadis-hadis di atas adalah apabila mereka menjadikan harta dunia sebagai tujuan utamanya yakni sebagai puncak harapan dan cita-citanya. Selanjutnya ucapan hadis di atas dibandingkan dengan sabda Rasulullah “(dan barang siapa yang akhirat merupakan tujuan utamanya)”yakni untuk menjelaskan bahwa orang yang sedikit sibuk dengan harta dunia dan menjadikan harta dunia itu sekedar memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu, maka usahanya itu termasuk terpuji.

Berdasarkan hadis tersebut, maka adalah dimaksudkan agar manusia agar tidak tergiur dengan urusan dunia, tapi menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya. Semua lafaz hadis yang telah dituturkan dalam bab ini, seperti sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa yang akhirat merupakan cita-citanya, maka Allah menjadikan kekayaan di dalam hatinya, dan Allah mengumpulkan kekuatannya serta harta dunia itu datang sendiri dan tunduk kepadanya, dan barang siapa yang harta dunianya sebagai cita-citanya dan tujuan utamanya, maka Allah menjadikan kefakiran di depan kedua matanya dan Allah akan mencerai-beraikan kekuatanya serta Dia tidak akan mendatangkan harta dunia kepadanya kecuali  apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)

0 Response to "Keutamaan Zuhud di Dunia dan Menghadap Ke Akhirat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel